Yuk Nostalgia dengan 3 Kue Jajanan Pasar Ini

kue jajanan pasar

Kue jajajan pasar lambat laun semakin tidak memiliki tempat di hati masyarakat. Kini, masyakat mulai menyukai makanan modern yang dibawa oleh arus pergerakan global yang notabene kurang sehat dan menjadi sarang lemak.

Ya, kondisi kue jajanan pasar menang kian hari kian memprihatikankan. Bahkan, kita telah sama-sama tahu bahwa sekarang sudah tidak banyak orang yang menjual kue ini lagi. Tentu, alasan mereka sederhana, kue-kue tersebut sudah tidak lagi diminati. Sehingga, dijual pun untuk apa, siapa yang mau beli.

Tapi, kadang, hati tetap tidak bisa beralih. Kita yang besar dengan kue-kue pasar pasti memiliki ingatan yang lekat dengan panganan ini.

Nah, untuk kamu yang ingin bernostalgia dengan kue jajanan pasar, yuk simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Klepon atau Onde-Onde, Kue Jajanan Pasar yang Paling Memiliki Kejutan karena Komposisinya

Ya, dibanding kue lain, seperti onde-ondelah yang paling memiliki memiliki kejutan. Betapa tidak, di saat kue-kue lain memiliki bentuk yang kentara, onde-onde justru menyimpan nuansa unik menamkan gula aren di bagian dalam.

Fungsi gula aren di dalam onde-onde adalah untuk memberi efek kejut saat kita menggigit kue ini. Sebab saat kita gigit onde-onde, gula aren yang ada di dalamnya akan keluar dan memberikan rasa manis.

Sementara itu, rasa kulit luar onde-onde sendiri cukup gurih. Ditambah dengan parutan kelapa yang melimpah, nampaknya, kue jajanan pasar inilah yang paling dicari anak kecil pada masanya.

Gethuk, Kue Jajanan Pasar yang Tukang Dagangnya Paling Mengganggu Karena Toa yang Ia Bawa

Baik, di sini siapa yang tahu bagaimana tukang gethuk menjajakan dagangannya? Ya, menggunakan toa dengan volume suara paling tinggi. Apakah itu mengganggu? Bagi beberapa, tentu saja demikian.

Baca Juga :  Inspirasi Resep Mie Ayam Yamin Spesial untuk Alternatif Menu Makan Siangmu

Tapi terlepas daripada itu, gethuk adalah satu dari sekian kue jajanan pasar yang paling legendaris.

Gethuk sendiri terbuat dari singkok yang diolah sedemikian rupa hingga berbentuk kotak dan berwarna-warna. Rasa getuk cenderung manis. Hanya saja, taburan kepala parut di atas membuat kue ini memiliki rasa yang lain. Unik, tapi berkesan.

Hingga sekarang gethuk masih diperjualbelikan. Tentunya, dengan cara yang sama. Menggunakan gerobak dan toa.

Hal yang paling menonjol dari gethuk adalah Ia dapat bertahan sampai sekarang. Berbeda dengan klepon, putu dan jajanan lain yang lambat laun hilang ditelan bumi.

Kue Putu, Kue Jajanan Pasar yang Paling Diburu dan Dinantikan Anak-anak Di Masa Jayanya.

Satu dua dengan klepon. Kue putu adalah kue yang disukai oleh anak-ank. Bukan karena bentuknya yang menarik, atau karena warna yang mencuri perhatian, kue putu disukai karena cara membuatnya yang memancil akal anak untuk berpikir.

Ya, putu dibuat dengan menggunakan bantuan uap air. Hal itu jelas berbeda dengan pengolahan makanan lain yang dominan digoreng, digugus atau direbus. Putu muncul dengan metode pengolahan yang unik. Dan itulah nilai lebihnya.

Di samping itu, putu juga menggunakan gula jawa yang diposisikan di dalam kue. Sama dengan kue klepon. Kue ini akan mengeluarkan gula jawa bila kita menggigitnya.

Putu juga dikonsumsi dengan tambahan parutan kelapa. Namun, ada yang unik dari parutan kepala milik putu.

Jika kebanyakan parutan kelapa pada jajanan lain tidak ditambahkan bahan lain, di kue putu, parutan kelapanya ditambahkan sedikit garam. Hal itu membuat kelapa terasa sedikit asin, namun pas dan tidak ketara. Dan justru malah menambah kenikmatan mengonsumsi putu.

Baca Juga :  Ide Kreasi Resep Sayur Enak yang Membuat Nyaman Makan

Kue Lumpur, Kue Bertekstur Lembut Asal Siduarjo Jawa Timur

Kue lumpur adalah kue yang terbuat dari tepung sebagaimana kue jajanan pasar pada umumnya. Akan tetapi, yang membedakan kue ini dengan kue lain adalah teksturnya yang sangat lembut. Hal itu memberikan sensasi lebih pada saat kita memakan kue asal Jawa Timur ini.

Ya, di samping rasanya yang manis, kue ini juga memiliki tekstur yang khas, tekstur yang justru menambah cita rasa kue lumpur jadi lebih nikmat.

Kue lumpur sendiri dibuat dengan cara yang masih tradisional. Penjual kue lumpur umumnya menggunakan cetakan dan arang sebagai pengganti kompor. Maklum, dahulu masyarakat Indonesia tidak menggunakan kompor, melainkan arang dan kayu bakar untuk memasak. Akan tetapi, bila kalian ingin membuat kue ini, kalian tetap bisa menggunakan kompor, kok. Adapun resep dan cara membuat kue lumpur sendiri bisa kalian simak di beberapa laman internet.

Nah, itulah beberapa kue jajanan pasar yang dahulu pernah besar dan fenomenal. Sebagai anak bangsa, sudah selayaknya kita menjaga dan melestarikan kekayaan kuliner. Caranya, mulailah dengan melestarikan makanan-makanan tradisional seperti yang di atas.

.